FOTO

http://s1045.photobucket.com/user/ncep80/slideshow/

Minggu, 18 Oktober 2015

Ritual Larung Sesaji Sebagai Do’a Tolak Bala


Dalam memperingati bulan Muharram atau Suro, ratusan nelayan pantai Tambak Rejo Kabupaten Blitar menggelar tradisi Larung Sesaji. Ritual Larung Sesaji tersebut digelar, selain sebagai rasa syukur dan melestarikan budaya, ritual seperti ini, juga diyakini masyarakat setempat sebagai tolak balak untuk meredam ganasnya ombak Laut Selatan yang kerap memakan korban dan menghindarkan nelayan dari segala macam bahaya.

Dari pantauan di lapangan, Jum’at (14/10) kemarin, ritual Larung Sesaji ini diawali dengan prosesi acara kirab dua buah gunungan dan juga kepala Lembu yang dibawa dari balai Desa Tambakrejo menuju bibir pantai Tambakrejo. Selain kedua tumpeng raksasa tersebut, warga juga membawa berbagai macam sesaji sebagai kelengkapan ritual. Setelah diberi do’a oleh sesepuh desa, Tumpeng Agung dan berbagai hasil bumi serta kepala Lembu ini ditandu dan diarak warga menuju bibir pantai untuk kemudian dilarung ke tengah lautan.

Bupati Blitar, Herry Noegroho dalam sambutannya mengatakan, ritual larung sesaji ini bertujuan untuk untuk melestarikan Budaya Adat Jawa, dan juga untuk memperingati bulan Suro atau bulan Muharram. Selain itu juga sebagai wujud rasa syukur nelayan atas melimpahnya tangkapan ikan dan sebagai do’a tolak balak agar nelayan terhindar dari segala bahaya.

“Selain untuk melestarikan budaya adat Jawa, larung sesaji ini sebagai wujud rasa syukur para nelayan, agar terhindar dari marabahaya di laut dan mendapatkan tangkapan yang melimpah,” jelas Bupati Blitar.

Orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Blitar ini juga berharap, dengan ritual larung sesaji ini, ganasnya ombak di pantai selatan tidak lagi memakan korban, dan nelayan yang akan melaut juga mendapatkan hasil yang lebih banyak. Tradisi ini juga sebagai sarana pariwisata untuk menjaring wisatawan, baik lokal maupun Nasional.

Acara ritual larung sesaji ini, tak pelak menjadi tontonan ribuan pengunjung, baik itu warga sekitar maupun para pengunjung yang datang tidak hanya dari Blitar saja, namun banyak juga dari luar daerah seperti, Malang, Tulung Agung dan juga Kediri. (jar - pewarta-indonesia.com)

Rabu, 14 Oktober 2015

OUR AMBITION

OUR AMBITION is to bring you in direct contact with nature and with the people in the area, to let them show to you how they live and what is noteworthy. We engage guides from the place, drivers, boatmen, cooks, porters etc and we buy food stuff from the area. Whenever suitable we arrange “home stay” meaning you stay overnight in the house of a family (this of course means simple conditions, but we make sure beforehand regarding basic facilities and hygiene). And we schedule a hotel night in between when we can to let you clean up and catch up on sleep. We support traditional skills like gardening, carpentry, handicraft and arts by letting you follow the work or watch shows. Your visit will help preserve traditions and cultural expressions for the future. We wish to support the local economy, with your help, in areas inside or bordering to National Parks, believing that people who are better off will be less dependent on timber, meat etc from the protected areas. We believe that with your help they will realise that preservation and protection of nature and culture in their neighbourhood for the future is in their, as well as our, best interest. Nature tourism and culture tourism require care and respect to function well. Our idea of nature tourism is exploration and discovery with direct contact and limited impact. (Eventually our target is eco-tourism following accepted international standards.) INDONESIA PARADISE Indonsia Paradise is a legally established enterprise, duly registered with Indonesian authorities, with office address at: INDONESIA PARADISE TOURS & TRAVEL, Grand Bintaro Blok A-7, Jl. Bintaro Permai Raya, Bintaro Pesanggrahan, Jakarta 12330, INDONESIA MANAGEMENT

Jumat, 09 Oktober 2015

Woww... Ada Track Sepeda Menarik di Kali Ciliwung


Track Ciliwung merupakan track pesepeda offroad yang menarik dan menantang. Track ini ber lokasi di asrama Kopassus Cijantung, yang hamper seluruhnya meliputi pinggiran Kali Ciliwung. Jalan yang dilewati sangat variatif dari mulai jalan mulus, jalan tanjakan, jalan menurun dan jalan di bibir lereng Ciliwung.

Hal ini sangat cocok bagi para penggemar track sepeda, karena saat sembari istirahat di bibir lereng Ciliwung, bisa menikmati keindahan ekowisata alam sekitar kali Ciliwung, yang airnya mengalir begitu deras dan indah. Suasana alam sungai yang hijau dengan udara yang sejuk menyegarkan, pasti amat menarik bagi para penggemar track dan mancing mania di Kali Ciliwung.

Beberapa pekan lalu dalam rangka memperingati HUT Ke-63 Kopassus, Komandan Jendral Kopassus Mayjen TNI Doni Monardo, telah mengadakan lomba mancing mania, dan lomba track sepeda serta lomba dayung di Kali Ciliwung. Kegiatan lomba tersebut diramaikan oleh berbagai kalangan pesepeda Se-Jabodetabek. Bagi kawan-kawan penggemar track, boleh mencoba kekuatan kaki anda sembari menikmati keindahan ekowisata alam Kali Ciliwung yang berada di Cijantung.


Namun bagi penggemar track ini, saat mencoba harus penuh ke hati-hatian, tidak boleh mata meleng alias kurang waspada. Meleng mata sedikit saja akan mengalami bahaya. Tantangan berat sepanjang track harus dilalui dengan cermat, terutama karena sebagian track ini berjarak hanya sekira 1 meter di bibir jurang Kali Ciliwung.

“Walaupun demikian, bagi rekan-rekan penggemar track jangan khawatir, karena bila akan mencoba track Ciliwung akan dikawal oleh anggota Kopassus yang selalu berada di tengah-tengah kita penuh dengan keramahan,” kata mas Heri peserta track Kali Ciliwung ini, Minggu, 24/05/2015. Heri adalah anggota club track sepeda Cijantung dan Susukan, desa binaan Batalyon 31 Grup 3 Kopassus. Ia bersama anggota lainnya bergabung bersama club track sepeda anggota Batalyon 31 Grup 3 Kopassus, yang dipimpin oleh Wadanyon 31 Mayor Inf Wiyata AS, SE, pagi Minggu ini telah menyusuri track Ciliwung sembari menikmati keindahan ekowisata alam kali Ciliwung dengan aman, nyaman dan lancar.

“Saya sangat senang dan gembira sekali di minggu pagi hari ini berkesempatan melalui track sepeda di track Kali Ciliwung. Di samping badan kita sehat dan bugar, kami dapat bersilahturahmi, berkomunikasi dengan baik bersama anggota Kopassus,” papar Heri. (Tito.com)

Tempat Wisata Eksotis di Yogyakarta


Berkunjung ke kota Jogja rasanya belum lengkap bila kita belum mengunjungi Taman Sari. Taman yang dibangun pada masa kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubowono I dengan bangunan yang terbuat dari bata merah ditumbuk pasir, tanpa besi dan semen, sebagai perekatnya adalah kapur. Bangunan nan eksotis ini digunakan hingga masa kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubowono III.

Agus Priharjono yang merupakan freelance guide menceritakan kepada KOPI, Kamis( 24/9), bahwa Taman Sari  ini merupakan tempat beristirahatSumur Gumuling merupakan Tempat Wudhu menggambarkan 5 Rukun Islam dan  rekreasi keluarga raja, bangunan yang mengawinkan beberapa unsur keagamaan Hindu, Budha dan Islam. Berkesempatan mengelilingi komplek Taman Sari, Agus berkisah bahwa Sultan ketika berkunjung ke sini (Taman Sari-Red) selalu masuk dari pintu sebelah barat. Selain itu ada juga bangunan yang tidak boleh dilewatkan yaitu  Istana Air, disini kita dapat menjumpai bangunan mesjid yang berada dibawah air pada waktu itu. Mesjid ini berbentuk bundaran yang letaknya dikelilingi danau.

Selayaknya mesjid pada umumnya mesjid yang merupakan tempat raja beserta keluarganya beribadah ini pun terdapat tempat untuk berwudhu. Uniknya tempat berwudhu ini dilengkapi tiang berdisain lima tangga yang menggambarkan rukun Islam. Jelas Agus.

Selama berada di Taman Sari tidak hanya warga Jogja saja namun terlihat beberpa wisatawan lokal maupun mancanegara. Pasangan turis mancanegara yang berasal dari Jerman, Pattrik dan Angelin mengaku mengenal objek wisata Taman Sari dari buku panduan wisata yang Pattrick dan Angeline Wisatawan Asal Jerman berbahasa Jerman. Kepada KOPI, keduanya merasa berkesan dengan suasana dan lokasi Taman Sari. Diakhir pembicaraan, “Mereka berharap agar objek wisata Taman Sari dengan menambahkan air pada kolam, pemandian, dan tempat-tempat lainnya agar dapat mendeskripsikan keadaan sebenarnya pada zaman dahulu,” Imbuhnya.

Selain itu mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta jurusan Perbandingan Madzhab, Melisa Huswatun Hasanah asal  Surabaya, berharap agar beberapa fasilitas yang ada dapat diperbaiki serta ada guide resmi berpenampilan adat Jogja yang siap sedia di beberapa titik strategis, karena kita (wisatawan-red) merasa kebingungan tidak ada penunjuk arah apabila ingin ke Istana Air, Kolam atau tempat-tempat lainnya yang berada dikomplek ini ungkap gadis kelahiran 1996 ini.(tia, pewarta-indonesia)

Wisata Air Terjun Tongkat


Air terjun tongkat terletak di  Sei Bingai kabupaten langkat Sumatra Utara, kira-kira membutuhkan waktu 1 jam dari Kota Binjai. Untuk sampai ke lokasi air terjun kita tidak susah payah lagi harus berjalan kaki, karena sudah dibuka jalur alternatif baru yang memungkinkan kita untuk mengendarai sepeda motor.

Trek yang dilalui juga lumayan menantang, walau sudah dicor semen namun masih terjal dan berdebu. Ditambah lagi kita harus menyebrangi sungai beberapa kali untuk sampai ke pos penitipan sepeda motor.

Menurut Sitepu pemandu yang bekerja di sana, pembukaan jalur ini sudah mendapatkan izin dari dinas pariwisata sehingga kita tidak lagi dikenakan pungli (pungutan liar). Kita culup membayar sebesar Rp.20.000/org untuk biaya tour. "Pembuatan jalan ini memakan biaya hampir 1,5 M," kata Sitepu kepada penulis sambil memandangi keindahan air terjun tongkat.

Keunggulan objek wisata ini adalah hutannya yang masih alami, air yang jernih, bersih dan sangat dingin. Jika kita berada dalam lokasi air terjun tongkat, bila beruntung maka kita akan dapat bertemu dengan gerombolan kera liar berekor panjang.

Air terjun ini dinamakan Air Terjun Tongkat karena di mulut air terjun terdapat tumbangan pohon yang menyerupai tongkat raksasa. Dari namanya pasti banyak netizen yang penasaran dengan keelokan air terjun ini. Jadi bagi anda yg memiliki waktu libur silahkan berkunjung ke air terjun tongkat, dijamin anda tidak akan menyesal.(TJ, pewarta-indonesia.com)